Slide # 1

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 2

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 3

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 4

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 5

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Jumat, 29 Desember 2017

Pria Ini Ciptakan Jam Tangan dari Kertas, Detailnya Bikin Takjub


Gosipmenarik.com - Jepang memang menjadi salah satu negara maju dipandang oleh dunia. Berkat kemajuan teknologi yang diciptakan , negara Sakura ini menjadi negara yang banyak mendistribusi ciptaan mereka ke belahan dunia.

Namun selain ahli dalam bidang teknologi , ternyata banyak juga warga Jepang yang memiliki keterampilan yang sangat tinggi . Salah satunya Manabu Kosaka . Pria yang berprofesi sebagai seniman itu berhasil menciptakan replika jam tangan dari kertas.


Seniman asal Saitama , Jepang itu memang memiliki keahlian yang sangat spesial. Dia dapat menciptakan hampir semua model jam tangan yang tampak seperti aslinya , termasuk detailnya.
Padahal semua jam tangan yang dibuatnya terbuat dari kertas kaku berkualitas tinggi yang disebut kertas Kent atau Kentoshi.


Untuk membuat jam kertas tersebut , pertama-tama dia menggambar desain pada selembar kertas. Lalu dia menggunakan beberapa alat , di antaranya lem , pisau Xacto agar bisa memotong kertas sekecil 1mm. Satu hal yang paling penting adalah ketekunan dan ketelitian agar hasil karyanya bisa membuat banyak orang terpukau.



Seperti dilansir Spotlight Media , Senin (20/11/2017), Manabu telah membuat replika dari kertas kent sejak 15 tahun terakhir . Meski sudah lebih dari satu dekade , dia masih menemukan kesalahan-kesalahan saat mengukir kertas menjadi sebuah karya . Berkat ketekunannya itulah , dia berhasil membuat replika suatu produk yang sangat mirip seperti aslinya.





Dia juga suka menunjukkan hasil karyanya di akun Twitter-nya dengan nama @cocoa1127. Dalam unggahnya tersebut , dia ternyata tidak hanya membuat replika jam tangan , tapi juga berhasil membuar replika domper Louis Vutton , pemantik Zippo , kamera Vintage , bahkan Sushi . Tentunya semua karya itu terbuat dari kertas.












Jumat, 22 Desember 2017

HomeShowBizSelebritis Bahas Ayu Ting Ting, Uya Kuya Disemprot Ibunda Raffi Ahmad?


GOSIPMENARIK.COM Amy Qanita, ibunda Raffi Ahmad, dikabarkan menegur Uya Kuya karena tak suka anaknya dibahas bersama Ayu Ting Ting di sebuah program variety show di televisi.

Teguran tersebut juga diberikan Amy Qanita agar Uya Kuya tak lagi membahas seputar kedekatan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting.

Kabar mengenai teguran yang diterima Uya Kuya dari Amy Qanita mencuat dari akun gosip Instagram. Konon, setelah membahas kedekatan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting bersama Nikita Mirzani di televisi, Uya Kuya langsung ditelepon oleh perempuan yang tak lain adalah Amy Qanita.

Jawaban Uya Kuya



Uya Kuya, kepada sejumlah pewarta, mengatakan jika apa yang diinformasikan oleh akun gosip bukanlah sesuatu yang benar.

Hingga kini, ia tak pernah menerima teguran dari pihak mana pun terkait pembahasan Ayu Ting Ting dan Raffi Ahmad di program acara yang dipandunya.

"Enggak ada, itu mah isu," kata Uya Kuya ditemui di kawasan Jalan Kapten Pierre Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (21/12/2017).

Berteman Baik dengan Raffi Ahmad


Soal kabar yang juga menyebutkan Raffi Ahmad marah besar kepadanya, Uya Kuya juga menepisnya. Sejak tayangan dirinya dan Nikita Mirzani membahas kedekatan Ayu Ting Ting dan Raffi Ahmad mengemuka, ia tak pernah sekalipun bertengkar dengan suami Nagita Slavina.

"Semalam Raffi masih teleponan sama gue," Uya Kuya menjelaskan.

Dia menambahkan, apa yang dilakukannya di program televisi bagian dari sajian hiburan semata. Uya Kuya tak berniat untuk menyudutkan pihak mana pun, termasuk Ayu Ting Ting dan Raffi Ahmad.

Minggu, 17 Desember 2017

Dianggap Saling Sindir dengan Ashanty, Ini Jawaban Ririn Ekawati


Gosip.com, Jakarta Berita tak sedap datang dari kelompok pertemanan Ashanty, Nindy Prasetyo, dan Ririn Ekawati. Grup pertemanan para ibu muda itu dikabarkan saling sindir melalui akun Instagram masing-masing.

Kabar itu mendadak sontak menjadi viral saat salah satu akun gosip menggabungkan ketiga unggahan milik Ashanty, Ririn Ekawati, dan Nindy Prasetyo yang menulis mengenai persahabatan.

Ditemui di Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (15/12/2017) Ririn Ekawati pun angkat bicara. Ibu dua anak itu mengaku bahwa tulisan yang diunggah di Instagram Story-nya itu hanya untuk dirinya sendiri bukan ditujukan untuk orang lain. 

"(Berita) itu salah. Jadi, aku nulis status itu note for my self untuk diri aku sendiri. Kita itu hidup enggak boleh sombong-sombong, karena kita itu sama. Dalam artian, nginjek tanah kembali ke tanah," ujarnya.

"Nah, setelah itu Ashanty posting Instastory dan itu bukan buat aku. Kita itu baik-baik banget. (Malahan) kita tuh langsung chat, 'eh ini kok kayak ribut sih, padahal enggak sama sekali'. Terus Nindy posting foto juga enggak ada Ashanty karena lagi di luar kota, sudah deh disangkutpautin," lanjutnya.

Ririn Ekawati mengaku sempat kaget dan langsung membahas unggahan tersebut bersama teman satu kelompoknya. "Iya, aku langsung bahas di grup. Kalau kita lagi diomongin di socmed dan lain-lain kalau lagi berantem. Terus Nindy bilang, kok barengan aku juga nulis tentang persahabatan di caption. Kalau dia di caption, kalau kita berdua di IG Story," ujarnya.

Tetap Baik


Kendati demikian, Ririn Ekawati mengaku bahwa hubungan pertemananya saat ini dengan Ashanty, Nindy, dan beberapa teman lainnya baik-baik saja.

"Semuanya baik-baik, enggak seperti yang ada di infotainment itu dan enggak seperti yang dipikirkan netizen kalau kita berantem atau apa. Jangan dong, karena hubungannya sudah baik. Kalau bisa jadi lebih baik terus sampai tua," pungkasnya.


Jumat, 15 Desember 2017

Gosip Mengapa Menarik?

 Gosip dapat bersifat informatif, menghibur, menyegarkan, namun ia dapat juga menjengkelkan dan membinasakan. Mengapa ia begitu sering mengarah kepada hal yang jahat serta menyakitkan? Bagaimana hal ini dapat dihindari?










PERISTIWA bunuh diri wanita muda itu sangat mengejutkan kota sepi di Inggris itu. Yang lebih mengejutkan lagi adalah kesimpulan dari tim pemeriksa, ’Ia dibunuh oleh gosip iseng!’ Jelas, nama wanita tersebut, reputasinya, dan pada akhirnya hidupnya dirusak oleh obrolan kosong yang jahat dari kota itu.—Rumor and Gossip—The Social Psychology of Hearsay, oleh Ralph L. Rosnow dan Gary Alan Fine.


Gosip dianggap sebagai penyebab dari keresahan pada waktu malam, sakit hati, dan gangguan pencernaan. Tidak diragukan, hal itu pernah juga membuat Anda gelisah. Sebenarnya, penulis William M. Jones memperingatkan bahwa dalam bisnis, ”Anda harus menerima kemungkinan bahwa selama karir Anda akan ada orang yang akan mencoba merusak reputasi baik Anda.”




Antara abad ke-15 dan abad ke-18, apa yang disebut ducking stool (kursi tempat pembenaman) banyak digunakan di Inggris, di Jerman, dan belakangan, di Amerika Serikat untuk mencoba mempermalukan tukang-tukang gosip agar menghentikan omong kosong mereka yang membahayakan. Seseorang yang dinyatakan bersalah akan diikat pada sebuah kursi dan berulang kali dibenamkan ke dalam air.


Meskipun ducking stool mengalami nasib yang sama dengan tiang hukuman (pillory) dan pasungan yang tidak digunakan lagi, perjuangan melawan gosip terus berlangsung bahkan pada zaman modern. Selama tahun 1960-an, misalnya, apa yang disebut pusat-pusat pengendalian kabar angin didirikan di Amerika Serikat untuk menanggapi desas-desus yang bisa membahayakan kegiatan pemerintah. Biro-biro jasa yang sama didirikan di Irlandia Utara dan di Inggris. Undang-undang dikeluarkan untuk mengendalikan gosip yang dirancang untuk menimbulkan kerugian ekonomi atas lembaga-lembaga keuangan tertentu.


Memang, gosip sering mengungkapkan sisi yang sangat gelap dari tabiat manusia, suatu sisi yang senang merusak reputasi, membengkokkan kebenaran, dan membinasakan kehidupan. Akan tetapi, gosip itu sendiri tidak jahat. Ada sisi positif dari percakapan santai. Mengetahui di mana batas antara gosip yang membahayakan dan yang tidak merupakan kunci untuk mencegah agar orang-orang lain—dan Anda sendiri—tidak menjadi korban gosip.
mengingat kerusakan yang bisa ditimbulkannya, mengapa gosip sering kali tidak dapat kita tolak, dan begitu menarik? Di mana batas antara gosip yang membahayakan dan yang tidak?



Ada alasan-alasan yang cukup mendasar untuk gosip, Orang menaruh minat akan orang lain. Maka sudah sewajarnya jika kita cenderung membicarakan orang lain. Sebagaimana pernah dikatakan Max Gluckman, seorang antropolog, ”Setiap hari, dan dalam sebagian besar dari waktu satu hari, banyak dari antara kita terlibat dalam gosip. Saya membayangkan bahwa jika kita mencatat bagaimana kita menggunakan waktu kita, menggosip—bagi beberapa dari antara kita—menduduki tempat kedua setelah ’bekerja’.”


Namun sering sekali, obrolan iseng dapat melanggar kesopanan dan tidak enak didengar. Fakta-fakta dibumbui, dibesar-besarkan atau dibengkokkan. Penghinaan dijadikan bahan lelucon. Hal-hal yang bersifat pribadi dibongkar. Rahasia disingkapkan di depan umum. Reputasi direndahkan atau dirusak. Hal-hal yang patut dipuji dikaburkan dengan keluhan, omelan, dan kesalahan yang dicari-cari. Kenyataan bahwa tidak ada maksud jahat tidak banyak menghibur orang yang sedang dibicarakan. Maka gosip yang merugikan dibandingkan dengan lumpur yang dilemparkan ke dinding yang bersih. Mungkin itu tidak melekat, namun tetap meninggalkan bekas yang kotor.


Alasan lain kita mudah terlibat dalam gosip adalah keinginan kita yang wajar untuk disukai atau diterima oleh orang lain. ”Untuk satu atau lain alasan,” kata psikolog John Sabini dan Maury Silver, ”Anda mempunyai kewajiban untuk berbicara; dan menggosip adalah cara yang menyenangkan, mudah, dan diterima masyarakat untuk memenuhi kewajiban tersebut.” (Moralities of Everyday Life) Maka sampai pada batas tertentu gosip adalah bahan pembicaraan yang berguna, sarana untuk dapat diterima.





Jenis gosip ini menarik bagi kelemahan manusiawi yang lain—rasa ingin tahu yang sangat besar. Kita menyukai rahasia. Kita senang menjadi pihak yang tahu. Sudah sejak tahun 1730, pada waktu Benjamin Franklin mulai menulis kolom gosip untuk surat kabar Pennsylvania Gazette, didapati bahwa orang bersedia membayar untuk gosip.


Akan tetapi, apakah bermanfaat untuk dihantui rasa ingin tahu tentang apa yang terjadi di dalam rumah, kamar tidur, dan pikiran orang-orang? Apakah sehat untuk membaca dan menonton hal-hal yang cenderung membangkitkan nafsu ingin tahu? Yang jelas, gosip media membawa perasaan ingin tahu sampai melampaui batas.


Kabar angin dan informasi yang keliru juga memperbesar gosip yang membahayakan. Pada waktu Perang Saudara Amerika, kawat-kawat telegraf bagaikan batang-batang pokok anggur yang merambat terentang antara pos-pos militer. Jadi, ”pokok anggur” (bahasa Inggris grapevine) menjadi lambang dari kabar angin, dan ungkapan ”I heard it through the grapevine” (saya mendengarnya melalui pokok anggur) menjadi dalih yang populer untuk menceritakan kabar angin.


Namun orang peroranganlah yang merasa paling sakit hati dan menderita kerugian akibat desas-desus. Akan tetapi, karena cerita-cerita yang gila biasanya memukau, orang-orang cenderung meneruskannya tanpa memikirkan kebenaran ataupun akibat-akibatnya.


Iri hati dan benci sering menjadi akar dari bentuk gosip yang paling merusak—gosip yang jahat, atau fitnah. Kata Yunani untuk ”pemfitnah” adalah di·a′bo·los, kata yang diterjemahkan dalam Alkitab sebagai Iblis. (Wahyu 12:9) Gelar itu cocok, karena Setan adalah pemfitnah terbesar terhadap Allah. Seperti Setan, orang-orang membicarakan orang lain dengan maksud buruk. Kadang-kadang motifnya adalah membalas dendam, yang diakibatkan oleh rasa sakit hati atau iri hati. Tidak soal yang mana pun, mereka mencari manfaat bagi dirinya dengan menghancurkan nama baik orang lain.





Apa yang Membuat Ashanty Ingin Cerai dari Anang?


Gosip Menarik . com , Jakarta - Bahtera rumah tangga yang dibina Anang Hermansyah dan Ashanty nampak harmonis dan sangat bahagia. Namun, siapa sangka bila awal pernikahan, mereka sempat menghadapi problematika yang cukup besar.

Usai dinikahi oleh Anang, Ashanty merasa terkejut dengan fase hidup yang baru. Saking beratnya beradaptasi dengan kehidupan pascamenikah, Ashanty sempat menyerah dan ingin bercerai dari Anang Hermansyah.



Demi menenangkan diri karena diselimuti perasaan kalut, Ashanty akhirnya pulang ke rumah orangtuanya. Ia meninggalkan Anang Hermansyah dan kedua anaknya.

"Terus aku kabur, dua minggu pulang ke rumah Mama. Tapi habis itu hamil. Eh enggak lama keguguran. Dan ngerasa ini pertanda. Keguguran, memang enggak bisa. Terus Pak Patria datang, Mas Anang datang, Aurel dan Azriel datang. Jiel shock banget pada saat itu aku mau pisah," paparnya.

Trauma Mendalam



Tak hanya Ashanty, keputusan untuk berpisah juga membuat anak-anaknya diliputi kesedihan mendalam. "Pengaruh lagi hamil ya, dari situ aku jadi trauma. Ternyata anak-anak juga terguncang jiwanya, Jiel apalagi," terang ibu empat anak itu.

Pada akhirnya ia merasa bersyukur karena badai itu berhasil dilewati. Setelah kejadian itu, hubungan Ashanty dan Anang Hermansyah membaik. Keduanya bahkan sangat jarang bertengkar.





Selasa, 12 Desember 2017

Kocaknya The Rock Umumkan Calon Anak Keduanya


Gosip Menarik . com, Los Angeles - Aktor Hollywood Dwayne Johnson alias The Rock tak lama lagi akan memiliki seorang anak baru. Pria 45 tahun itu mengumumkan kehadiran calon bayinya melalui akun Instagram. Putrinya yang masih balita, Jasmine Lia, ikut serta menyampaikannya.

Dikabarkan Ace Showbiz, Selasa (12/12/2017), jabang bayi yang tengah dikandung kekasih The Rock, Lauren Hashian, disebut bakal berjenis kelamin perempuan. Dalam fotonya, Jasmine yang masih dua tahun sedang duduk di lantai.




Lalu terlihat di belakang putri lucu The Rock itu pohon Natal dan secarik kertas. Di dalam kertasnya, terdapat tulisan yang seolah diucapkan oleh Jasmine: "Anaknya perempuan! Tak sabar untuk menjadi seorang kakak!!! Dan akhirnya menjadi bos!"

Bintang yang akan tampil di film Jumanji: Welcome to the Jungle itu lantas memberi keterangan, "Jasmine Lia kami akan memberikan pengumuman besar - BAYINYA PEREMPUAN! @laurenhashianofficial dan saya dengan tak terhingga berterima kasih atas berkat ini karena musim semi ini kami akan menyambut bayi kedua kami."


Aktor Fast and Furious 5 itu lalu bercanda, "Ditambah lagi, Jazzy sangat antusias untuk menjadi bos dan melindungi adik kecilnya. Dan sekali lagi, ayah yang besar benar-benar dikelilingi oleh estrogen yang cantik dan penuh kasih, tempat wanita yang kuat. Saya secara resmi berada di 3 Daughters Club! Saya tidak akan memilikinya dengan cara lain."

Dwayne Johnson sendiri telah hidup bersama dengan Lauren selama satu dekade hingga Jasmine lahir pada 2015. The Rock beserta mantan istrinya, Dany Garcia, merupakan orang tua dari anak gadis mereka yang berusia 16 tahun, Simone Garcia Johnson. Kabarnya, Simone akan dijadikan Duta Besar Golden Globe pada tahun depan.